Chebii's Blog

Just another WordPress.com weblog

KRITERIA MANAGER

Yang dimaksud dengan manager adalah orang atau seseorang yang harus mampu membuat orang-orang dalam organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi memiliki ciri yang sesuai dengan tujuan (goals) dan teknologi (technology).
Dan tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.
Adapun mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai berikut:
  • Pengarahan (direction) yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain.
  • Rancangan organisasi dan pekerjaan.
  • Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
  • Sistem komunikasi dan pengendalian.
  • Sistem reward.
Ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi Manajer Proyek yaitu:
  • Karakter Pribadinya
  • Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
  • Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin
 
Karakter Pribadinya
  1. Memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai teknis pekerjaan dari proyek yang dikelola olehnya.
  2. Mampu bertindak sebagai seorang pengambil keputusan yang handal dan bertanggung jawab.
  3. Memiliki integritas diri yang baik namun tetap mampu menghadirkan suasana yang mendukung di lingkungan tempat dia bekerja.
  4. Asertif
  5. Memiliki pengalaman dan keahlian yang memadai dalam mengelola waktu dan manusia.
Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
  1. Memiliki komitmen yang kuat dalam meraih tujuan dan keberhasilan proyek dalam jadwal, anggaran dan prosedur yang dibuat.
  2. Pelaksanakan seluruh proses pengembangan proyek IT sesuai dengan anggaran dan waktu yang dapat memuaskan para pengguna/klien.
  3. Pernah terlibat dalam proyek yang sejenis.
  4. Mampu mengendalikan hasil-hasil proyek dengan melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja yang disesuaikan dengan standar dan tujuan yang ingin dicapai dari proyek yang dilaksanakan.
  5. Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.
  6. Membuat dan menerapkan keputusan terkait dengan perencanaan.
  7. Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.
  8. Membangun dan menyesuaikan kegiatan dengan prioritas yang ada serta tenggat waktu yang ditentukan sebelumnya.
  9. Memiliki kematangan yang tinggi dalam perencanaan yang baik dalam upaya mengurangi tekanan dan stres sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja tim.
  10. Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.
Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin
  1. Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manajerial.
  2. Mampu menyusun rencana, mengorganisasi, memimpin, memotivasi serta mendelegasikan tugas secara bertanggung jawab kepada setiap anggota tim.
  3. Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka.
  4. Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.
  5. Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai.
  6. Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik.
  7. Mampu mempengaruhi pihak-pihak lain yang terkait dengan proyek yang dipimpinnya untuk menerima pendapat-pendapatnya serta melaksanakan rencana-rencana yang disusunnya.
  8. Mendelegasikan tugas-tugas namun tetap melakukan pengendalian melekat.
  9. Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya.
  10. Menjadikan dirinya sebagai bagian yang terintegrasi dengan tim yang dipimpinnya.
  11. Mampu membangun kedisiplinan secara struktural.
  12. Mampu mengidentifikasi kelebihan-kelebihan dari masing-masing anggota tim serta memanfaatkannya sebagai kekuatan individual.
  13. Mendayagunakan setiap elemen pekerjaan untuk menstimulasi rasa hormat dari para personil yang terlibat dan mengembangkan sisi profesionalisme mereka.
  14. Menyediakan sedikit waktu untuk menerima setiap ide yang dapat meningkatkan kematangan serta pengembangan dirinya.
  15. Selalu terbuka atas hal-hal yang mendorong kemajuan.
  16. Memahami secara menyeluruh para anggota tim yang dipimpinnya dan mengembangkan komunikasi efektif di dalamnya.
 
Sumber :

http://kurodiamond.blogspot.com/2011/05/kriteria-manager.html

COCOMO

Image

COCOMO (Constructive Cost Model) merupakan model algoritma estimasi biaya perangkat lunak yang dikembangkan oleh Barry Boehm. Model ini menggunakan rumus regresi dasar dengan parameter yang berasal dari data historis proyek dan karakteristik proyek saat ini. COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981, Barry W. Boehm’s Book Software engineering economics sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak.

Pada tahun 1981,studi 63 proyek juga diadakan di TRW Aerospace yang mana Barry Boehm sebagai direktur riset perangkat lunak dan teknologi. Penellitian ini memeriksa proyek-proyek mulai dari ukuran 2000 sampai 100.000 baris kode, dan bahasa pemrograman mulai dari bahasa rakitan sampai PL/I. Proyek-proyek ini didasarkan pada model pengembangan perangkat lunak waterfall yang merupakan proses pembangunan software di tahun 1981. Referensi untuk model ini biasa disebut COCOMO 81.
 
Pada tahun 1997, COCOMO II telah dikembangkan dan akhirnya diterbitkan pada tahun 2000 dalam buku Software Cost Estimation with COCOMO II. COCOMO II adalah pengembangan dari COCOMO 81 dan lebih cocok untuk mengestimasi proyek pengembangan perangkat lunak modern, dan basis data proyek yang telah diperbaharui.
 
COCOMO terdiri dari tiga bentuk hirarki yang tingkatannya semakin rinci dan akurat. Ketiga bentuk hirarki tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Basic (COCOMO I 1981)
Tingkat pertama ini sangat baik digunakan untuk order awal dan estimasi kasar besarnya biaya perangkat lunak. Namun, akurasinya terbatas karena kurangnya faktor perhitungan perbedaan atribut proyek (cost drivers).
2.      Intermediate (COCOMO II 1999)
Tingkat kedua ini akan mengambil dan menghitung besarnya program dan cost drivers (faktor-faktor yang berpengaruh langsung kepada proyek), spt: hardware, personnel, dan atribut-atribut proyek.
3.      Detailed COCOMO
Tingkatan terakhir ini merupakan catatan tambahan untuk pengaruh fase proyek individu. Tahap ini akan memperhitungkan semua karakteristik dari intermediate di atas dan cost driver dari setiap fase dalam SW lifr cycles (analisis, design, implementasi, dll).
 
Ada terdapat 14 pos kompleksitas factor (cost drivers), yaitu:
  1. Backup dan recovery
  2. Komunikasi data
  3. Proses terdistribusi
  4. Kepentingan performa
  5. Keberadaan lingkungan operasi
  6. Online data entry
  7. Input melalui bbrp tampilan/operasi
  8. Peng-update-an file master secara online
  9. Kompleksitas nilai ‘domain’ (tahap1) di matas
  10. Kompleksitas proses internal aplikasi
  11. Perulangan (reuse) penggunaan code
  12. Ketersediaan rancangan untuk konversi dan instalasi
  13. Rancangan untuk pengulangan instalasi di lingkungan yg berbeda
  14. Fleksibiltas bagi pemakai
  • COCOMO (Sebuah Model Parametrik)
Model yang diusulkan bisa digunakan untuk aplikasi lain (selain sistem informasi). Model dasar yang digunakan mendekati persamaan berikut :           
Effort = c (size)k                                                                                         
Dimana :
Effort               : jumlah ‘person-month’ (pm)
Size                : thousands of  delivered source code instructions (kdsi)
 
 COCOMO mengelompokkan sistem dan lingkungan pengembangannya menjadi 3 :
  • Organic mode: apabila software dikembangkan oleh tim yang relatif kecil dalam lingkungan yang sangat familier dan ketika sistem akan dikembangkan sedikit, kebutuhan interface yang diperlukan cukup fleksibel.
  • Embedded-mode : produk yang dikembangkan harus beroperasi dengan spesifikasi yang tepat dan bila terjadi perubahan sistem sangat memakan biaya.
  • Semi-detached mode: kombinasi elemen organik dan embedded-mode dan memiliki karakteristik antara keduanya.
 
          Tabel 1. Konstanta COCOMO 

 

System Type c k
Organic 2,4 1,05
Semi-detached 3,0 1,12
Embedded 3,6 1,20
  Karena versi pertama dianggap kurang bagus, Boehm mengembangkan COCOMO versi intermediate dengan memasukkan 15 cost driver seperti tabel 2.                          
 
Driver Type Code Cost Driver
Product attributes RELY Required software reliability
  DATA Database size
  CPLX Product complexity
Computer attributes TIME Execution time constraints
  STOR Main storage constraints
  VIRT Virtual machine volatile-degree to which the operating system changes
  TURN Computer turnaround time
Personnel attributes ACAP Analyst capability
  AEXP Application experience
  PCAP Programmer capability
  VEXP Virtual machine volatility (missal : OS) experience
  LEXP Programming language experience
Project attributes MODP Use of modern programming practices 
  TOOL Use of software tools
  SCED Required development schedule
 

 

Tabel 2. COCOMO81 Intermediate Cost Drivers Pada model intermediate, estimasi biaya nominal (pmnom) diturunkan sama dengan pada model dasar (basic). Sedangkan estimasi nominal kemudian diatur dengan pengali biaya pengembangan (dem)  sehingga rumus pmest  menjadi :                  
 
(pmest)  =  (pmest)  x  (dem)                                                                

dimana dem dihitung dari bobot pengali berdasarkan biaya effort driver  (tabel 6). Model COCOMO sendiri terus dikembangkan, yang terbaru disebut model COCOMO II. Mengingat estimasi diperlukan pada tahapan yang berbeda-beda dalam siklus hidup sistem, maka COCOMO II telah didesain untuk mengakomodasi hal tersebut dengan menyiapkan model untuk tiga tahapan yang berbeda :  
 
  • Komposisi Aplikasi (application composition)
Fitur eksternal dari sistem yang diperlukan oleh pengguna didesain. Prototipe yang khas akan digunakan untuk mengerjakannya. Dengan aplikasi kecil yang dapat dibangun menggunakan application building tool, pengembangan dapat berhenti pada poin ini.
 
  • Desain awal (early design)
Struktur software dasar didesain. Dengan meluasnya permintaan, misalnya adanya peningkatan volume transaksi dan unjuk kerja menjadi penting, perhatian yang cermat perlu diberikan untuk arsitektur yang diadopsi.
 
  • Arsitektur akhir (Post architecture)
      Struktur software mendekati struktur final, modifikasi dan pengaturan untuk memperbaiki sistem seperti yang diinginkan masih dimungkinkan.  
 
 Estimasi biaya untuk komposisi aplikasi, jumlah poin obyek direkomendasi oleh pengembang COCOMO II. Hal ini mengikuti pendekatan function point  dari perhitungan fitur nyata eksternal dari software.  Hal ini berbeda dengan fokus pada fitur aplikasi fisik, seperti layar dan laporan dari pada fitur logikal seperti tipe-tipe entitas.   Pada tahap desain awal, function point direkomendasi sebagai  cara pengukuran ukuran sistem dasar. Sebuah FP mungkin dikonversikan ke dalam ekuivalen LOC dengan mengalikan FP dengan sebuah faktor untuk bahasa pemrograman yang diogunakan.  Model berikut dapat digunakan untuk menghitung estimasi person-month 
 
Pm = A (size) (sf) x (em1) x (em2) x … x (emn)                            
 
Dimana :
pm          : biaya dalam ‘person-month
A            : konstanta
Size       : jumlah FP (kdsi)
sf            : eksponen faktor skala 
 
Sedangkan faktor skala diturunkan dari rumus berikut :                        
 
sf  =  1,01 + 0,01 x (exponent driver ratings)                     
 
Kenyataannya bahwa faktor-faktor yang digunakan untuk menghitung sebuah eksponen  menunjukkan rendahnya kualitas akan meningkatkan biaya yang diperlukan tidak proporsional lebih besar pada proyek yang lebih luas.
  • Precedentedness : Menunjukkan derajat lebih diutamakan, mirip dengan kasus masa lalu, untuk proyek yang sedang direncanakan. Makin banyak hal-hal baru pada sistem baru, makin besar ketidakpastian dan semakin tinggi nilai yang diberikan exponent driver.
  • Development flexibility : Menunjukkan derajat dimana kebutuhan dapat ditentukan dalam banyak cara yang berbeda. Hal ini kurang fleksibel dan semakin tinggi nilai exponent driver
  • Architecture/risk resolution : Berkaitan dengan derajat ketidakpastian tentang kebutuhan. Jika ada yang tidak meyakinkan (tidak tepat) dan  dimungkinkan berubah maka besarnya exponent driver   bernilai tinggi.
  •  Team cohesion : Memperlihatkan kondisi dimana semakin banyak tim yang dibubarkan karena bertentangan dengan tim yang yang kaitannya erat sekali.
  • Process maturity : Makin terstruktur dan terorganisasi software yang dihasilkan, makin rendah ketidakpastian dan makin rendah pula rating untuk exponent driver.  Dalam model COCOMO II, pengali biaya (em) sama dengan pengali biaya pengembangan (dem)  yang digunakan  dalam original-COCOMO. Ada 7 pengali yang relevan dengan desain awal dan kemudian menjadi 16 yang dapat digunakan pada arsitektur akhirnya.
 
Tabel 3. COCOMO II Early Design Effort Multipliers                       
 
No Code Effort Modifier
1 RCPX Product reliability and complexity
2 RUSE Required reusability
3 PDIF Platform difficulty
4 PERS Personnel capability
5 PREX Personnel experience
6 FCIL Facilities available
7 SCED Schedule pressure
 
Tabel 4. COCOMO II Post Architecture Effort Multipliers 
 
Modifier Type Code Effort Modifier
Product Attributes RELY Required software reliability
  DATA Database size
  DOCU Documentation match to life-cycle needs
  CPLX Product complexity
  REUSE Required reuseability
Platform Attributes TIME Execution time constraint
  STOR Main storage constraint
  PVOL Platform volatility
Personnel Attributes ACAP Analyst capabilities
  AEXP Application experience
  PCAP Programmer capabilities
  PEXP Platform experience
  LEXP Programming language experience
  PCON Personnel continuity
Project Attributes TOOL Use of software tools
  SITE Multisite development
  SCED Schedule pressure
Sama seperti COCOMO Intermediate (COCOMO81), masing-masing sub katagori bisa digunakan untuk aplikasi tertentu pada kondisi very low, low, manual,  nominal, high maupun very high. Masing-masing kondisi memiliki nilai bobot tertentu. Nilai yang lebih besar dari 1 menunjukkan usaha pengembangan yang meningkat, sedangkan nilai di bawah 1 menyebabkan usaha yang menurun. Kondisi Laju nominal (1) berarti bobot pengali tidak berpengaruh pada estimasi. Maksud dari bobot yang digunakan dalam COCOMO II, harus dimasukkan dan direfisikan di kemudian hari sebagai detail dari proyek aktual yang ditambahkan dalam database.   

 

Sumber :

 

Etika dan Profesionalisme serta Perundang-undangannya

A. Pengertian TSI

TSI yang merupakan kepanjangan dari Teknologi Sistem Informasi adalah suatu teknologi informasi yang tidak terbatas dari sarana komputer saja tetapi meliputi pemrosesan data, aspek keuangan, pelayanan jasa sejak perencanaan, standar dan prosedur, serta organisasi dan pengendalian sistem lnformasi (technology information system).

Etika itu sendiri merupakan tata cara bagaimana kita mengolah TSI dengan baik dan benar tanpa harus merugikan orang lain, sumber lainnya mengatakan asal muasal etika. Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Etika akan sangat berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh sekelompok orang atau individu untuk menilai apakah perbuatan-perbuatan yang kita lakukan itu salah atau benar, buruk atau baik. Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma.

Jika kaitkan pengertian etika akan kita kaitkan terhadap TSI maka tentu saja akan berhubungan dan memiliki arti yang ada keterkaitan dengan dunia teknik informasi,misalnya saja menjadi etika TSi adalah : “norma-norma atau tata cara bertindak sesuai undang-undang di dunia informasi khususnya TSI”.

B. Pengertian Profesi

Profesi adalah suatu bidang/pekerjaan yang sudah ditekuni atau dipelajari melalui proses-proses sistematis di jenjang pendidikan tertentu, misalnya profesi sebagai sorang guru dan lain sebagainya.

C. Pengertian Profesionalisme

Profesionalisme adalah komitmen para profesional terhadap profesinya. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kebanggaan dirinya sebagai tenaga profesional, usaha terus-menerus untuk mengembangkan kemampuan profesional, dst.

D. Tujuan Etika & Profesionalisme TSI

Dengan adanya etika dan profesionalisme TSI diharapkan para ahli dan masyarakat yang bergerak atau berprofesi sebagai Seorang IT dapat memahami dan mengerti serta menghormati aturan-aturan di dalam bidang IT tentunya.

E. Kapan Menggunakan Etika TSI

Etika TSI digunakan saat kita telah menyentuh suatu bisang yang berhubungan dengan dunia IT bahkan ketika tidak sekalipun kita harus bisa menunjukan sikap beretika dan berperilaku profesional.

F. Siapa yang menggunakan TSI

Orang yang berhubungan dengan IT atau yang memiliki keterkaitan sistematis tentang IT.

G.Perundang-undangan

uu-ri no.36

UUITE

Referensi :
http://bloggerklengerrr.blogspot.com/2010/03/pengertian-etika-dan-profesionalisme.html

http://afza-fajar.blogspot.com/2011/03/etika-dan-profesionalisme-tsi-kerja.html

http://kamilfiki.blogspot.com/2011/04/etika-dan-profesionalisme-tsi.html

http://bisnis.deskripsi.com/teknologi-sistem-informasi-tsi

http://satrio-wibisono.blogspot.com/2012/03/etika-dan-profesionalisme-tsi.html

Pendekatan Pengembangan Sistem

Pengembangan sistem merupakan penyusunan sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.

Indikator diperlukannya pengembangan sistem :
a. Keluhan pelanggan
b. Pengiriman barang yang sering tertunda
c. pembayaran gaji yang terlambat
d. Laporan yang tidak tepat waktu
e. Isi laporan yang sering salah, dll

Pendekatan pengembangan sistem :
1. Pendekatan klasik
Disebut juga dengan pendekatan tradisional atau pendekatan konvensional. Metodologi pendekatan klasik mengembangkan sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan pada System Life Cycle.

2. Pendekatan Terstruktur
Pendekatan ini dilengkapi dengan alat-alat dan teknik-teknik yang dibutuhkan dalam pengembanagan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas.

3. Pendekatan dari bawah ke atas (Buttom-Up Approach)
Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut.

4. Pendekatan dari Atas ke Bawah (Top-down Approach)
Dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi. selanjutnya dilakukan analisis kebutuhan informasi, kemudian proses turun ke pemrosesan transaksi, yaitu penentuan output, input, basis data, prosedur-prosedur operasi dan kontrol.

5. Pendekatan sepotong (piecemeal approach)
Pengembangan yang menekankan pada suatu kegiatan/alikasi tertentu tanpa memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tidak memperhatikan sasaran organisasi secara global (memperhatikan sasaran dari kegiatan atau alikasi itu saja).

6. Pendekatan sistem (system approach)
Memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan/aplikasinya dan menekankan sasaran organisasi secara global.

7. Pendekatan Sistem menyeluruh (total_system approach)
Pendekatan pengembangan sistem serentak secara menyeluruh, sehingga menjadi sulit untuk dikembangkan (ciri klasik).

8. Pendekatan Moduler(modular approach)
Pendekatan dengan memecah sistem komplek menjadi modul yang sederhana, sehingga sistem lebih mudah dipahami dan dikembangkan, tepat waktu, mudah dipelihara(ciri terstruktur)

9. Lompatan jauh (great loop approach)
Pendekatan yang menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih, sehingga mengandung resiko tinggi, terlalu mahal, sulit dikembangkan karena terlalu komplek.

10. Pendekatan berkembang (evolutionary approach)
Pendekatan yang menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja dan terus dikembangkan untuk perioade berikutnya mengikuti kebutuhan dan teknologi yang ada.

sumber : http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:-s4rxfBoh_IJ:wsilfi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/9882/Pengembangan%2BSistem%2B1%2B2.pdf+pendekatan+pengembangan+sistem&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESidMUvhJ9N4_OFmHe4bDd2ZC-tnuu2RKthFSnM3JpKbacfe0Eqy7GSWGvtIWAW9eG5ejOC3AJKAegEJf6ewqJEH7wXV63CSEgiJMq3RT35BclVJU5eY2CCCv79cNLT2xHPxaIWi&sig=AHIEtbRdjt_yjiChTUAhUGqlqecZe9ZZ3A

Computer Vision

Computer Vision sering didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati atau diobservasi. Arti dari Computer Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu.

computer vision diharapkan memiliki kemmpuan tingkattinggi sebagaiman
human visual. Kemampuan itu diantaranya adalah:
• Object detection → Apakah sebuah objek ada pada scene? Jika begitu,dimana batasan-batasannya..?
• Recognation → Menempatkan label pada objek.
• Description → Menugaskan properti kepada objek.
• 3D Inference → Menafsirkan adegan 3D dari 2D yang dilihat.
• Interpreting motion → Menafsirkan gerakan

Ada terdapat 3 proses yang terjadi dalam computer vision, yaitu:
• Memperoleh atau mengakuisisi citra digital.
• Operasi pengolahan citra.
• Menganalisis dan menginterpretasi citra dan menggunakan hasil pemrosesanuntuk tujuan tertentu, misal memandu robot, mengontrol peralatan, dll

Berikut ini adalah proses dari computer-vision :

Hirarki pada computer vision ada 3 tahap, yaitu:
• Pengolahan Tingkat Rendah (Image to image) → Menghilangkan noise, dan peningkatan gambar (enchament image).
• Pengolahan Tingkat Menengah (Image to dimbolic) → Kumpulan garis/vektor yang merepresentasikan batas sebuah obyek pada citra.
• Pengolah Tingkat Tinggi (Simbolic to simbolic) → Representasi simbolikbatas- batas obyek menghasilkan nama obyek tersebut.

Aplikasi Computer Vision
Sebagai teknologi disiplin, visi komputer berusaha untuk menerapkan teori danmodel untuk pembangunan sistem visi komputer. Aplikasi pada visi komputer mencakup berbagai macam sistem, yaitu:
1.Pengendalian proses (misalnya, sebuah robot industri atau kendaraanotonom).
2.Mendeteksi peristiwa (misalnya, untuk pengawasan visual atau orangmenghitung).
3.Mengorganisir informasi (misalnya, untuk pengindeksan database foto dangambar urutan).
4.Modeling benda atau lingkungan (misalnya, industri inspeksi, analisis gambar medis / topografis).
5.Interaksi (misalnya, sebagai input ke perangkat untuk interaksi manusiakomputer).
6.Sub-domain visi komputer meliputi adegan rekonstruksi, acara deteksi,pelacakan video, pengenalan obyek, belajar, pengindeksan, gerak estimasi,dan gambar restorasi

Sumber :
1. http://juliocaesarz.blogspot.com/2010/11/computer-vision.html
2. http://www.scribd.com/doc/61104513/AI-print

Layanan Telematika (Telematics Service)

Kata TELEMATIKA berasal dari istilah dalam bahasa perancis (TELEMATIQUE) yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS) sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and communication. Istilah telematics juga dikenal sebagai (The New Hybrids Technology) yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah (konvergensi). Semula media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.

1. Layanan Telematika dibidang Informasi
Penggunaan teknologi telematika dan aliran informasi harus selalu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat
Wartel dan Warnet memainkan peranan penting dalam masyarakat. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan “e-commerce” bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi. Untuk melayani lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.

2. Layanan Telematika dibidang Keamanan
Layanan ini menyediakan fasilitas untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan tidak seharusnya. Layanan ini dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan. Seperti contohnya dengan menggunakan Firewall dan juga anti virus yang ada.

3. Layanan Context Aware dan Event-Based
Di dalam ilmu komputer menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness. Context-awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.
Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:
a. The acquisition of context
Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.

b. The abstraction and understanding of context
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.

c. Application behaviour based on the recognized context
Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

4. Layanan Perbaikan Sumber
Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umumnya.

Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.

Kebutuhan akan SDM dapat dilihat dari bidang ekonomi dan bidang politik, yaitu :

Dilihat dari bidang ekonomi

Pengembangan telematika ditujukan untuk peningkatan kapasitas ekonomi, berupa peningkatan kapasitas industry produk barang dan jasa.

Dilihat dari bidang politik

Bagaimana telematika memberikan kontribusi pada pelayanan public sehingga menghasilkan dukungan politik.
Dari kedua bidang tersebut diatas kebutuhan terhadap telematika akan dilihat dari dua aspek, yaitu :

1. Pengembangan peningkatan kapasitas industry.
2. Pengembangan layanan publik.

Sasaran utama dalam upaya pengembangan SDM telematika yaitu sebagai berikut :
a. Peningkatan kinerja layanan public yang memberikan akses yang luas terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat, pengembangan demokrasi dan transparasi sebagai katalisator pembangunan.
b. Literasi masyarakat di bidang teknologi telematika yang terutama ditujukan kepada old generator dan today generation sebagai peningkatan, dikemukakan oleh Tapscott.

contoh penggunaan layanan telematika untuk perbaikan sumber adalah dengan pengadaan e-book yang dapat membantu masyarakat menambah ilmu, dengan cara membaca melalui situs-situs ilmu yang terdapat pada fasilitas internet.

Referensi :
a. http://resty-pumpfh.blogspot.com/2009/12/layanan-telematika.html
b. http://ichainhere.blogspot.com/2011/10/layanan-telematika_09.html
c. http://galuhkurniawan.blogspot.com/2011/10/layanan-perbaikan-sumber-telematika.html
d. Buku kamus komputer & informasi

Jaringan Wireless

Pengertian Wireless
Wireless atau wireless network merupakan sekumpulan komputer yang saling terhubung antara satu dengan lainnya sehingga terbentuk sebuah jaringan komputer dengan menggunakan media udara/gelombang sebagai jalur lintas datanya. Pada dasarnya wireless dengan LAN merupakan sama-sama jaringan komputer yang saling terhubung antara satu dengan lainnya, yang membedakan antara keduanya adalah media jalur lintas data yang digunakan, jika LAN masih menggunakan kabel sebagai media lintas data, sedangkan wireless menggunakan media gelombang radio/udara. Penerapan dari aplikasi wireless network ini antara lain adalah jaringan nirkabel diperusahaan, atau mobile communication seperti handphone, dan HT.

Wireless LAN
Wireless Local Area Network pada dasarnya sama dengan jaringan Local Area Network yang biasa kita jumpai. Hanya saja, untuk menghubungkan antara node device antar client menggunakan media wireless, chanel frekuensi serta SSID yang unik untuk menunjukkan identitas dari wireless device.

Mode Pada Wireless LAN
Tidak seperti pada LAN konvensional (kabel), pada Wireless LAN hanya terbagi ke dalam dua mode pemasangan (instalasi), yaitu mode add hock dan infrastruktur. Komunikasi Add Hock adalah sambungan komunikasi langsung antara masing-masing komputer/laptop dengan menggunakan media wireless. Penggunaan mode ini sama halnya dengan hubungan komunikasi point to multi point pada jaringan LAN konvensional. Masing-masing PC atau Laptop yang akan dihubungkan dengan mode add hock ini harus mempunyai SSID sebagai identitas dari PC yang akan digunakan untuk komunikasi dengan yang lainnya.
Pada komunikasi Add hock, tidak memerlukan access point untuk bisa saling berhubungan. Masing-masing host hanya harus memiliki transceiver serta receiver wireless untuk bisa berkomunikasi secara langsung.

A. Berbasis Ad-hoc
Jaringan Berbasis W-LAN Ad_Hoc

Mode yang kedua adalah infrastruktur, dimana jaringan ini diperlukan sebuah akses point untuk melayani komunikasi utama pada jaringan wireless. Keberadaan access point dimaksudkan untuk mentransmisikan data pada PC untuk jangkauan tertentu pada suatu area/wilayah. Pada mode infrastruktur ini dapat diperluas lagi menjadi jaringan Wireless LAN yang lebih besar dan kompleks dengan menambahkan beberapa Access Point pada titik-titik tertentu untuk memperluas jangkauannya.

B. Berbasis Infrastruktur
Jaringan berbasis WLAN Infrastruktur

Wireless LAN diperlukan ketika sebuah LAN konvensional tidak lagi bisa dikembangkan karena alasan tertentu, misal, sulitnya pengembangan model LAN konvensional karena keterbatasan tempat, ruang dan hal lainnya.

Komponen pada WLAN
Untuk bisa mengembangkan sebuah mode WLAN, setidaknya diperlukan empat komponen utama yang harus disediakan, yaitu :
1. Access Point
Access Point akan menjadi sentral komunikasi antara PC ke ISP, atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika jaringan yang dikempangkan milik sebuah korporasi pribadi. Access Point ini berfungsi sebagai konverter sinyal radio yang dikirimkan menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui perangkat WLAN lainnya untuk kemudian akan dikonversikan kembali menjadi sinyal radio oleh receiver.

2. Wireless LAN Interface
Alat ini biasanya merupakan alat tambahan yang dipasangkan pada PC atau Laptop. Namun pada beberapa produk laptop tertentu, interface ini biasanya sudah dipasangkan pada saat pembeliannya. Namun interface ini pula bisa diperjual belikan secara bebas dipasaran dengan harga yang beragam. Disebut juga sebagai Wireless LAN Adaptor USB.

3. Mobile/Desktop PC
Perangkat akses untuk pengguna (user) yang harus sudah terpasang media Wireless LAN interface baik dalam bentuk PCI maupun USB.

4. Antena External
Digunakan untuk memperkuat daya pancar. Antena ini bisa dirakit sendiri oleh client (user), misal : antena kaleng.

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Pada WLAN
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat membangun WLAN, seperti :
Seberapa besar jaringan WLAN akan dibangun. Dalam hal ini, adalah melihat kebutuhan akan jaringan yang akan dibangun nantinya. Jangan sampai pembangunan WLAN memakan biaya yang besar, sementara penggunaannya hanya terbatas untuk beberapa client saja. Meski bisa dijadikan sebagai investasi jangka panjang, akan tetapi akan jauh lebih bijak jika hanya untuk menghubungkan beberapa PC/Laptop menggunakan media komunikasi Add Hock (peer to peer)
Sistem keamanan. Sistem keamanan ini penting dalam sebuah jaringan WLAN. Sebab WLAN merupakan sebuah jaringan yang rentan terhadap serangan dari luar karena komunikasinya menggunakan sinyal radio/gelombang yang bisa ditangkap oleh client ‘x’ pada area-area tertentu. Sistem keamanan ini penting karena jalur komunikasi data bisa saja berisi data-data rahasia dan penting, sehingga orang tidak bisa masuk kecuali melalui ijin akses yang telah distandarkan.
Koneksi yang akan dikembangkan. Meskipun secara umum, akses point mampu menampung hingga ratusan klien dibawahnya, akan tetapi secara prosedur, para vendor penyedia piranti akses point merekomendasikan belasan hingga 40-an client yang boleh terhubung dalam sebuah layanan WLAN. Hal ini berpengaruh pada tingkat kecepatan dan pembagian hak akses pada jaringan yang tersedia.

MOBILE COMPUTING DAN CLOUD COMPUTING

A. Mobile computing adalah kemampuan teknologi untuk menghadapi perpindahan/pergerakan manusia dalam penggunaan komputer secara praktis
Apa itu mobilitas ? Beberapa pengertian tentang mobile computing diantaranya :
– Mobile computing merupakan paradigma baru dari teknologi yang mampu melakukan komunikasi walaupun user melakukan perpindahan.
– Merupakan kemajuan teknologi komputer, sering disebut sebagai mobile computer (portable computer) yang dapat berkomunikasi dengan jaringan tanpa kabel (nirkabel).
– Merupakan sekumpulan peralatan(hardware), data, dan perangkat lunak aplikasi yang bermobilisasi/berpindahlokasi.
– Merupakan kelas tertentu dari system terdistribusi dimana beberapa node dapat melepaskan diri dari operasi terdistirbusi, bergerak bebas, dan melakukan koneksi kembali pada jaringan yang berbeda.
– Tidak sama dengan wireless computing.

Dari definisi diatas kita dapat memahami mengapa kita membutuhkan mobile computing. Kata kuncinya adalah kita manusia dinamis yang senantiasa bergerak dan berkembang dari satu keadaan ke keadaan yang lain. Sehingga membutuhkan suatu device yang mampu mengikuti pergerakan kita. Bergerak disini dilihat dari dua sisi yaitu orang dan device.
Orang bergerak
– Perpindahan posisi geografis
− Perpindahan jaringan komunikasi
− Perpindahan peralatan komunikasi
− Perpindahan antara aplikasi
Device bergerak
− Perpindahan posisi geografis
− Perpindahan jaringan komunikasi
Jenis Mobile Computing
1. Laptop
2. Wearable computer
3. PDA
4. Smart phone
5. Carputer
6. UMPC

Aplikasi Mobile Computing :
– GPR (Global Positioning System)
– Wireless (Acess)
– GIS (Location)

Dengan dukungan Mobile Computing, seseorang dimanapun berada, tetap dapat bekerja dan melakukan aktifitas business dengan konsep Mobile Computing
– Mobile/Migrasi
– Security
– Authentication
– Privacy
Hardware Computing :
– Laptop (Computing Unit)
– LCD (Display Unit)
– Wireless (Comunication Unit)
Sofware Computing :
– Operating System
– GUI
– Application, Cell phone application, Calendar dll
– Java ME, Popular untuk game
– Mobile Operation System
Mobile Operation System :
– Java Mobile
– Symbian for Nokia
– Android berbasis Linux
– I phone mac OSX
– Palm OS (PDA)
– Blackberry System
– Dll

Infrastruktur dari mobile computing

Mobile Computing

B. Cloud Computing adalah Cloud computing pada dasarnya adalah menggunakan Internet-based service untuk mensupport business process, Kata-kata “Cloud” sendiri merujuk kepada simbol awan yang di dunia TI digunakan untuk menggambarkan jaringan internet (internet cloud). Cloud computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi‘) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’). Cloud /awan merupakan metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan computer, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya adalah suatu moda komputasi dimana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (“di dalam awan”) tanpa pengetahuan tentangnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.

Layanan Cloud Computing
Layanan cloud memiliki 3 karakteristik yang membedakan dengan penempatan layanan traditional blain antara lain dijual sesuai kebutuhan (on demand), biasanya dalam hitungan menit atau jam; bersifat elastis, pengguna dapat memilih sedikit atau banyaknya layanan yang diinginkan pada suatu waktu tertentu; dan layanan tersebut sepenuhnya dikelola oleh vendor tersebut (konsumen hanya membutuhkan komputer dan akses internet). Beberapa inovasi virtualisasi yang berpengaruh, distributed computing, peningkatan akses jaringan internet yang cepat dan lemahnya ekonomi menjadi faktor yang mempercepat keberadaan cloud computing.

Terdapat tiga komponen platform = computer desktop, mobile devices dan cloud, dengan memperhatikan masalah kemudahan dan keamanan, dimungkinkan dapat dengan mudah para user untuk pindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain dimana saja.
Teknologi cloud akan memberikan kontrak kepada user untuk service pada 3 tingkatan:
• Infrastructure as Service, hal ini meliputi Grid untuk virtualized server, storage & network. Contohnya seperti Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.
• Platform-as-a-service: hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini memungkinkan developer untuk tidak memikirkan hardware dan tetap fokus pada application development nya tampa harus mengkhawatirkan operating system, infrastructure scaling, load balancing dan lainya. Contoh nya yang telah mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.
• Software-as-a-service: Hal ini memfokuskan pada aplikasi denga Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. contohnya adalah Google Apps, SalesForce.com dan social network application seperti FaceBook.
Beberapa investor saat ini masih mencoba untuk mengekplorasi adopsi teknologi cloud ini untuk dijadikan bisnis sebagaimana Amazon dan Google telah memiliki penawaran khusus pada untuk teknologi cloud,Microsoft dan IBM juga telah melakukan investasi jutaan dollar untuk ini.

Infrastruktur Cloud Computing

Cloud Computing

1. contoh studi kasus penggunaan mobile computing adalah BLACKBERRY
Blackberry adalah salah satu dari sekian banyak aplikasi dari mobile computing karena dilihat dari definisinya,mobile computing adalah computer yang dibuat untuk mengatasi masalah perpindahan,atau lebih mudahnya adalah computer yang mudah dibawa kemana-mana dan dapat digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain.Salah satu fasilitas yang ada di black berry untuk berkomunikasi antara satu sama lain yaitu blackberry messenger atau yang lebih dikenal BBM.Fasilitas dari blackberry ini menggunakan PIN code dalam berkomunikasi satu sama lain.PIN code ini hanya untuk membedakan antara blackberry satu dengan blackberry yang lain.PIN code ini terdiri dari 8 digit,yang terdiri dari alphabet dan numerik.Blackberry messenger memiliki beberapa kelebihan antara lain
– Bisa digunakan untuk melakukan komunikasi berupa chatting
– Memerlukan biaya yang lebih murah daripada SMS biasa
– Pesan yang diterima,tidak memenuhi inbox
– Bisa melakukan chatting dengan grup
Akan tetapi dari beberapa kelebihan tersebut,blackberry messenger memiliki beberapa kekurangan pula,antara lain
Hanya bisa digunakan oleh sesama pengguna blackberry. Tidak bisa saling berkomunikasi anatara sesama pengguna apabila tidak mengetahui pin code nya.

2. contoh studi kasus penggunaan cloud computing adalah Amazon Web Services
Dengan EC2, pelanggan membuat mereka sendiri Amazon Machine Images (AMIs) yang berisi sistem operasi, aplikasi, dan data, dan mereka mengontrol berapa banyak contoh masing-masing berjalan AMI pada waktu tertentu. Pelanggan membayar jam misalnya-(dan bandwidth) yang mereka gunakan, menambahkan sumber daya komputasi pada waktu puncak dan menghapus mereka ketika mereka tidak lagi diperlukan. EC2 ini, Simple Storage Service (S3), dan lainnya korban Amazon skala untuk memberikan layanan melalui internet dalam kapasitas besar untuk jutaan pengguna.
Amazon menyediakan lima jenis server yang berbeda mulai dari yang sederhana-core server x86 delapan-core untuk server x86_64. Anda tidak perlu untuk mengetahui server yang sedang digunakan untuk memberikan contoh layanan. Anda dapat menempatkan contoh-contoh di lokasi geografis yang berbeda atau zona ketersediaan. Amazon memungkinkan elastis alamat IP yang dapat dialokasikan secara dinamis terhadap kasus.

Referensi :
1. http://fakti.upy.ac.id/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=130
2. http://p3m.amikom.ac.id/p3m/60%20-%20TEKNOLOGI%20JARINGAN%20TANPA%20KABEL%20_WIRELESS_.pdf
3. http://ipgw.files.wordpress.com/…/mobile-computing-dan-cloud-computing

to GOD be the glory

How can I say thanks
for the things you have done for me
Things so undeserved
Yet you give to prove your love for me
The voices of a million angels
Cannot express my gratitude
All that I am or ever hope to be
I owe it all to Thee

(Chorus)
To God be the glory
To God be the glory
To God be the glory
For the things He has done
With His blood, He has saved me
By His power, He has raised me.
To God be the glory
For the things he has done

(Bridge)
Just let me live my life
And let it be pleasing, Lord to Thee
And should I gain any praise,
Let it go to Calvary.

With His blood, He has saved me
By His power, He has raised me.
To God be the glory
For the things he has done.

Hymns For Contemporary Worship (Vol. 1)

Love wandered inside
Stronger than you
Stronger than I
And now that it has begun
We cannot turn back
We can only turn into one

[Chorus:]
I won’t ever be too far away to feel you
And I won’t hesitate at all
Whenever you call
And I’ll always remember
The part of you so tender
I’ll be the one to catch your fall
Whenever you call

And I’m truly inspired
Finding my soul
There in your eyes
And you
Have opened my heart
And lifted me inside
By showing me yourself
Undisguised

[Chorus]

And I will breathe for you each day
Comfort you through all the pain
Gently kiss your fears away
You can turn to me and cry
Always understand that I
Give you all I am inside

[Chorus]

I won’t ever be too far away to feel you
And I won’t hesitate at all
Whenever you call

[Chorus]

Syarat-syarat Pernikahan Catatan Sipil

Syarat-syarat Pernikahan Catatan Sipil

Setelah menikah secara agama, Anda harus segera melaporkan diri ke Catatan Sipil agar pernikahan Anda juga diakui oleh negara. Untuk pernikahan secara Kristen, umumnya petugas Catatan Sipil juga hadir saat pemberkatan berlangsung sehingga pernikahan Anda langsung tercatat di Catatan Sipil. Karena itu sebaiknya Anda juga mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan untuk Catatan Sipil, bersamaan dengan persiapan pernikahan Anda di KUA atau di gereja.
Bagi pasangan sesama WNI
1. Foto gandeng berdua ukuran 4x6cm, 10 lbr
2. Fotokopi KTP masing-masing dilegalisasi lurah, 2 lbr
3. Fotokopi KK masing-masing dilegalisasi lurah, 2 lbr
4. Surat keterangan dari lurah masing-masing model N1 s/d N4 1 set (asli) dan foto kopi, 2 set
5. Fotokopi Surat Baptis masing-masing, 2 lbr
6. Akte Kelahiran masing-masing, asli dan fotokopi, 2 lbr
7. Surat Nikah perkawinan agama, asli dan fotokopi, 2 lbr
8. Fotokopi KTP saksi masing-masing, 2 lbr
9. Akte Kematian atau Akte Perceraian dari Cat. Sipil (bagi yang sudah pernah menikah, asli dan fotokopi, 2 lbr
10. Akta Kelahiran Anak yang akan diakui/disahkan, 2 lbr
11. Materai Rp 6.000,-, 6 lbr
12. Fotokopi SKBRI untuk WNI keturunan (bila belum memiliki SKBRI sendiri, dapat memberikan SKBRI ayah dan ibu), 2 lbr
13. SK Ganti Nama, 2 lbr
14. Fotokopi K-1 masing-masing (untuk WNI keturunan), 2 lbr
15. Ijin dari Komandan bagi Anggota TNI/Kepolisian, asli dan fotokopi, 2 lbr
Bagi pasangan menikah campuran (syarat administrasi yang harus dilengkapi WNA)
1. Fotokopi paspor yang lembarannya telah dicap, 2 lbr
2. Akte Kelahiran, asli dan fotokopi, 2 lbr
3. Fotokopi Surat Baptis, 2 lbr
4. Surat ijin dari Kedutaan/Konsul/Perwakilan Negara Asing WNA tersebut di Jakarta, 2 lbr
5. Surat bukti lunas pajak (bagi yang bekerja di Indonesia), 2 lbr
6. Surat Keterangan dari Imigrasi dan Departemen Tenaga Kerja (bagi yang bekerja di Indonesia), 2 lbr
7. Surat Tanda Melapor Diri (STMD) dari Kepolisian, 2 lbr
Waktu yang tepat untuk mencatatkan perkawinan:
* 10 hari kerja sejak tanggal pendaftaran. Jika kurang dari 10 hari kerja, harus dengan dispensasi dari Camat, dan harus ditandatangani Camat.
* Sebelum 1 bulan sejak perkawinan menurut agama dilangsungkan.
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Propinsi juga melayani Pencatatan Perkawinan bagi mereka yang telah melangsungkan perkawinan menurut hukum dan tata cara agama selain agama Islam. Pencatatan Perkawinan didasarkan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

refleksi

Refleksi

• Matius 5 : 13 – 16 tentang Garam Dunia dan Terang Dunia
Melalui kegiatan ini, kita diutus oleh Tuhan untuk menjadi garam dan terang bagi dunia. Sebagai garam, kita senantiasa menjadi rasa bagi dunia ini. Tanpa garam, makanan akan menjadi hambar, begitu pula kita tanpa sentuhan tangan Tuhan, kita tidak akan menjadi orang yang berguna. Kita menjadi garam bagi dunia ini sehingga dunia ini juga akan menjadi tempat yang berkenan dimata Tuhan. Kita menjadi terang di dunia sehingga dimanapun kita berada, kita boleh memancarkan kemuliaan Tuhan .
• Matius 22 : 39 “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Kita diajarkan oleh Tuhan untuk saling mengasihi sesama kita manusia. Hal ini salah satunya dapat terwujud melalui kegiatan ini. Kita bisa meringankan sedikit dari beban mereka misalnya dengan cara memberikan sembako, ikut bermain bersama mereka sehingga mereka juga bisa tertawa bersama-sama dengan kita. Disini, kita diutus oleh Tuhan untuk menjadi berkat bagi sesama. Janganlah kita saling membenci atau membeda-bedakan karena Tuhan tidak menghendaki hal itu terjadi. Oleh karena itu, sekiranya kita dapat mengasihi sesama dan menciptakan suatu lingkungan yang baik tanpa harus membenci dan membeda-bedakan.
• Lukas 6 : 38 “Berilah dan kamu akan diberi: Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu….”
Dengan adanya kegiatan ini, kita dapat saling menolong sesama. Kita memberi sedikit dari apa yang kita miliki untuk membuat mereka bahagia. Sekiranya juga pemberian kita ini tidak perlu diperhitungkan, karena Tuhan mengatakan sendiri bahwa bagi kita yang memberi maka kita akan diberi. Jadi kita tidak perlu memperhitungkan. Kita hanya percaya, Tuhan pasti akan membalas semuanya.

Post Navigation